June 27, 2019 neraca.web.id

Hamdan Zoelva: Ini Pemilu Paling Rumit di Dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 meninggalkan banyak catatan. Pakar Hukum Tata Negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengatakan evaluasi pemilu serentak 2019 sudah harus segera dilakukan demi menyempurnakan pemilu di 2024.

Ia mengungkapkan setidaknya ada dua hal yang perlu dievaluasi. Pertama kerumitan pemilu serentak yang membuat pihak penyelenggara kewalahan. Kedua soal presidential treshold (PT) 20 persen terbukti telah membelah dua kubu politik masyarakat semakin tajam. PT 20 persen hanya memungkinkan dua pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden.

“Kalau saya mengusulkan evaluasi pemilu 2019 untuk pemilu 2024, ada baiknya kembali ke proporsional tertutup, dan hilangkan presidential treshold,” kata Hamdan Zoelva kepada wartawan, Jumat (26/4).

Ia menerangkan keruwetan pemilu 2019 ini terbukti telah banyak membuat petugas kewalahan. Akibatnya sudah 225 orang KPPS meninggal dunia karena kelelahan. Hal ini dikarenakan proses perhitungan yang membutuhkan waktu cukup lama, karena perhitungan tidak dimulai dari TPS.

“Apalagi bila jumlah surat suara yang sudah dihitung tidak sama dengan jumlah DPT dan DPTb, petugas terpaksa harus menghitung kembali secara manual,” ujar Hamdan.

Petugas juga tidak hanya mengalami kelelahan fisik, tetapi juga kelelahan mental dan psikis. Hal itu dikarenakan tekanan, yang sangat mungkin muncul di daerah dari pihak peserta pemilu. Apakah tekanan itu muncul dari tim pemenangan partai atau juga tim pemenangan calon presiden (capres).

Selain petugas, jelas Hamdan, kerumitan juga dijumpai masyarakat yang akan memilih. Karena jumlah surat suara yang banyak, dan pemilih harus mencari nama calon. Banyak pemilih yang akhirnya melewatkan hak suaranya di DPR dan DPRD. Mereka hanya mencoblos surat suara presiden, dan tidak mencoblos sama sekali untuk DPR, DPD atau DPRD, karena bingung.

“Pemilu Indonesia itu, pemilu paling rumit di dunia, dan pemilu 2019 adalah proses pemilu yang paling rumit yang pernah kita selenggarakan. Karena itu pemilu 2024 bagaimana caranya harus dibuat lebih sederhana,” tegasnya.

Hal lain yang menjadi catatan pelaksanan pemilu 2019, lanjutnya, adalah terbelahnya hubungan sosial masyarakat karena hanya tersedia dua paslon yang saling berhadap-hadapan. Ini akibat dari PT 20 persen, tidak memungkinkan adanya capres lain yang muncul.

“Karena itu saya usulkan PT 20 persen ini dihapus untuk pencalonan presiden di pemilu 2024, agar banyak capres yang muncul dan dinamika politik tidak terpecah dalam dua kubu yang berhadap-hadapan seperti sekarang,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengusulkan agar dipisah antara pemilu nasional, yang memilih presiden, DPR dan DPD dengan pemilu daerah yang memilih gubernur, bupati/wali kota dan DPRD. Pemilu nasional, menurutnya harus diselenggarakan terpisah dengan pemilu daerah, tidak dilaksanakan dalam satu hari.

Untuk pemilu nasional, khusus memilih DPR, ia mengusulkan kembali ke proporsional tertutup. Dengan sistem ini, pemilih hanya memilih gambar partai tidak perlu menghafal nama-nama caleg. Penentuan nama-nama caleg diserahkan ke masing-masing partai, dengan catatan partai politik harus melakukan transparansi kepada masyarakat bagaimana proses rekrutmen, siapa calegnya dan kenapa caleg tersebut yang terpilih.

“Saya yakin kalau pemilu kita kembali ke sistem proporsional tertutup, dengan catatan transparansi di partai dan hilangkan ambang batas presiden, pemilu kita di 2024 akan lebih sederhana dan lebih baik dari pemilu 2019,” ungkapnya

sumber: republika.co.id

Related Posts

Prihatin Dengan ‘Korban’ Pemilu 2019, Hamdan Beri Solusi Pemilu Serentak Nasional Dan Daerah

April 27, 2019

April 27, 2019

IBC, RANTAU PRAPAT – Mengingat banyaknya petugas KPPS yang meninggal dan sakit pasca pemungutan suara pada Pemilu 2019 alangkah baiknya jika...

Usai Pemilu, Letupan Sengketa Diprediksi Muncul

April 9, 2019

April 9, 2019

RMOLJabar. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva memprediksi muncul sengketa usai pemilu 2019. Potensi kekisruhan bisa muncul jika KPU...

Hamdan Zoelva: Penyelenggara Pemilu Tidak Boleh Khianati Suara Rakyat

April 16, 2019

April 16, 2019

RMOL. Ketua Umum Lajnah Tanfidziah Syarikat Islam (SI), Hamdan Zoelva mewanti-wanti penyelenggara pemilu dan pihak terkait untuk berlaku netral pada...

Dorong Rekonsiliasi, Ormas Islam Harap Jokowi dan Prabowo Segera Bertemu

April 22, 2019

April 22, 2019

Jakarta – Sejumlah pimpinan ormas Islam dan tokoh Islam berharap capres Joko Widodo (Jokowi) dan capres Prabowo Subianto segera bertemu untuk rekonsiliasi pasca-Pilpres...

Hamdan Zoelva : Sistem Pemilu Perlu Kembali Lagi ke Proposional Tertutup

April 27, 2019

April 27, 2019

SUMUT, SerangTimur.Co.Id  – Pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019 yang telah merenggut ratusan nyawa serta menimbulkan ketegangan yang tinggi di masyarakat menjadi...

Banyak Korban, Hamdan Zoelva Usulkan Pemilu Serentak Nasional dan Daerah

April 27, 2019

April 27, 2019

Rantau Prapat, SuaraSI.com – “Sampai Jum’at, 26 April 2019, jumlah korban jiwa akibat kelelahan dan menanggung beban yang berat dalam...

15 Tahun Pakoe Boewono XIII, Ini Harapan Kanjeng Pangeran Hamdan Zoelva Pradotonagoro

April 2, 2019

April 2, 2019

Solo, SuaraSI.com – 15 tahun sudah Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIII naik tahta menggantikan ayahnya, Pakoe Boewono XII. Di tahun...

Soal People Power, Hamdan Zoelva: Amien Rais Kurang Bijak

April 8, 2019

April 8, 2019

Karawang – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva lalu mengkritik rencana Amien Rais yang akan mengerahkan massa atau people power jika terjadi...

JK Undang 17 Tokoh Islam Bahas Situasi Pascapemilu

April 22, 2019

April 22, 2019

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggelar pertemuan dengan pimpinan organisasi Islam dan sejumlah tokoh Islam di rumah...

Wapres dan Pimpinan Ormas Islam Dorong Jokowi dan Prabowo Segera Bertemu

April 22, 2019

April 22, 2019

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan para tokoh dan pimpinan ormas Islam di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Menteng,...

Hamdan Zoelva: Tak Ada Negara “People Power” yang Maju

April 8, 2019

April 8, 2019

KARAWANG, KOMPAS.com – Mantan Ketua Umum Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menyebut tidak ada negara yang menjadi maju dengan mengandalkan people...

Evaluasi Pemilu 2019, Hamdan Zoelva Usulkan Sistem Proporsional Tertutup

April 27, 2019

April 27, 2019

Rantau Prapat, SuaraSI.com- Pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019 yang telah merenggut ratusan nyawa serta menimbulkan ketegangan yang tinggi di masyarakat...

Ketua Umum Syarikat Islam Apresiasi Kepedulian Pakoe Boewono XIII Terhadap Dakwah Islam

April 1, 2019

April 1, 2019

Solo, SuaraSI.com – Ada pemandangan menarik saat Acara Tingalandalem Jumenengan ke-15 SISKS Pakoe Boewono XIII atau peringatan 15 tahun naik...

Banyak Korban, Hamdan Zoelva Usulkan Pemilu Serentak Nasional & Daerah

April 27, 2019

April 27, 2019

Sumatera Utara, Rantau Prapat, Kejarfakta.co – ” Sampai Jum’at, 26 April 2019, jumlah korban jiwa akibat kelelahan dan menanggung beban yang...