June 27, 2019 neraca.web.id

Hamdan Zoelva : Sistem Pemilu Perlu Kembali Lagi ke Proposional Tertutup

SUMUT, SerangTimur.Co.Id  – Pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019 yang telah merenggut ratusan nyawa serta menimbulkan ketegangan yang tinggi di masyarakat menjadi bahan evaluasi bagi sistem pemilu kedepannya.

Hal ini disampaikan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2013-2015 saat menjadi narasumber dalam acara Silaturrahmi dan Dialog Kebangsaan dengan tema “Problematika Pemilu 2019 dalam Perspektif Hukum Positif” yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Al Jam’iyatul Washliyah, Universitas Al Washliyah Labuhanbatu dan Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Labuhanbatu di Restoran Keraton, Jalan Sisingamangaraja, Rantau Prapat, Sumatera Utara, Jum’at malam (26/4/19).

“Pemilu harus dilaksanakan sesederhana mungkin. Tidak ribet seperti sekarang,” tegas Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI ini.

Ia melanjutkan bahwa sejak pertama kali pemilu diterapkan tahun 1955, aturan pemilu selalu diperbaiki dan disempurnakan.

Sistem pemilu tahun 1999, lanjut Hamdan, masih proporsional tertutup. Daerah pemilihannya adalah provinsi. Keterpilihan berdasarkan kabupaten yang meraih suara terbesar dan terbanyak.

“2004 diubah dengan proporsional setengah terbuka. Calon terpilih denagn suara terbanyak jika memperoleh 100 persen dari BPP. 2009 diturunkan dari 100 persen ke 30 persen BPPP. Tapi dibatalkan oleh MK. Keterpilihan menjadi berdasarkan terbanyak penuh jadinya, sehingga terjadi era sangat liberal dalam pemilu kita,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam tersebut.

Padahal, menurut Hamdan, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) tidak menentukan secara spesifik tentang sistem pemilu.

“Yang ditentukan dalam UUD 1945 adalah adalah prinsip dasar pemilu beserta penyelenggara pemilu,” tambahnya.

Untuk penyelenggaraan pemilu pun dibagi dalam tiga segmentasi, yakni sebagai pelaksana, pengawas dan dewan kehormatan sebagai pengawas perilaku penyelenggara.

“Sedangkan, untuk sistem pemilihan kepala daerah tidak diatur sistemnya apakah harus dipilih langsung atau dipilih DPRD. Semua itu hanya diatur dalam Undang-Undang,” kata Hamdan.

Sehingga, lanjut Hamdan, dengan melihat kondisi kerumitan sekarang ini, pemilu kita perlu dievaluai kembali dan perlu dilakukan dengan sistem proporsional tertutup.

“Akibat pertarungan bebas sekarang ini, money politik sangat luar biasa. Tidak lagi oleh partai politik, tapi juga person dan para aktivis sangat sulit terpilih,” ujarnya.

Hamdan mengatakan kita harus memikirkan kembali sistem proporsional tertutup.

“Karena dengan sistem proporsional tertutup, masyarakat dan parpol akan dihadapkan dengan pemilihan yang sederhana sekali. Pertarungan ada di parpol dan parpol yang harus diperbaiki. Parpol dibiayai oleh negara,” harapnya.

Sekarang, lanjut Hamdan, sebenarnya lebih banyak uang dikorupsi karena politik liberal dibanding dengan biaya yang dikeluarkan oleh negara jika parpol dibiayai oleh negara.

“Tidak ada partai konglomerat dan tidak ada partai susah. Karena sekarang partai identik dengan uang akibat demokrasi kita yang sangat bebas,” tegasnya.

Teorinya, ujar Hamdan, dalam demokrasi, rakyat yg membiayai partai. Namun, di Indonesia pejabat publik yang membiayai partai itu.

“Karena hal yang demikian parpol sangat rawan dijadikan bisnis politik. Penguasa yang membiayai dan pengusaha yang mempengaruhi kebijakan partai politik sebagai investasi politik,” tutup Hamdan.

(Dede/Fh)

sumber: serangtimur.co.id

Related Posts

Banyak Korban, Hamdan Zoelva Usulkan Pemilu Serentak Nasional dan Daerah

April 27, 2019

April 27, 2019

Rantau Prapat, SuaraSI.com – “Sampai Jum’at, 26 April 2019, jumlah korban jiwa akibat kelelahan dan menanggung beban yang berat dalam...

Evaluasi Pemilu 2019, Hamdan Zoelva Usulkan Sistem Proporsional Tertutup

April 27, 2019

April 27, 2019

Rantau Prapat, SuaraSI.com- Pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019 yang telah merenggut ratusan nyawa serta menimbulkan ketegangan yang tinggi di masyarakat...

Prihatin Dengan ‘Korban’ Pemilu 2019, Hamdan Beri Solusi Pemilu Serentak Nasional Dan Daerah

April 27, 2019

April 27, 2019

IBC, RANTAU PRAPAT – Mengingat banyaknya petugas KPPS yang meninggal dan sakit pasca pemungutan suara pada Pemilu 2019 alangkah baiknya jika...

15 Tahun Pakoe Boewono XIII, Ini Harapan Kanjeng Pangeran Hamdan Zoelva Pradotonagoro

April 2, 2019

April 2, 2019

Solo, SuaraSI.com – 15 tahun sudah Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIII naik tahta menggantikan ayahnya, Pakoe Boewono XII. Di tahun...

Soal People Power, Hamdan Zoelva: Amien Rais Kurang Bijak

April 8, 2019

April 8, 2019

Karawang – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva lalu mengkritik rencana Amien Rais yang akan mengerahkan massa atau people power jika terjadi...

JK Undang 17 Tokoh Islam Bahas Situasi Pascapemilu

April 22, 2019

April 22, 2019

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggelar pertemuan dengan pimpinan organisasi Islam dan sejumlah tokoh Islam di rumah...

Ketua Umum Syarikat Islam Apresiasi Kepedulian Pakoe Boewono XIII Terhadap Dakwah Islam

April 1, 2019

April 1, 2019

Solo, SuaraSI.com – Ada pemandangan menarik saat Acara Tingalandalem Jumenengan ke-15 SISKS Pakoe Boewono XIII atau peringatan 15 tahun naik...

Hamdan Zoelva: Penyelenggara Pemilu Tidak Boleh Khianati Suara Rakyat

April 16, 2019

April 16, 2019

RMOL. Ketua Umum Lajnah Tanfidziah Syarikat Islam (SI), Hamdan Zoelva mewanti-wanti penyelenggara pemilu dan pihak terkait untuk berlaku netral pada...

Banyak Korban, Hamdan Zoelva Usulkan Pemilu Serentak Nasional & Daerah

April 27, 2019

April 27, 2019

Sumatera Utara, Rantau Prapat, Kejarfakta.co – ” Sampai Jum’at, 26 April 2019, jumlah korban jiwa akibat kelelahan dan menanggung beban yang...

Hamdan Zoelva: Ini Pemilu Paling Rumit di Dunia

April 26, 2019

April 26, 2019

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 meninggalkan banyak catatan. Pakar Hukum Tata Negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi...

Dorong Rekonsiliasi, Ormas Islam Harap Jokowi dan Prabowo Segera Bertemu

April 22, 2019

April 22, 2019

Jakarta – Sejumlah pimpinan ormas Islam dan tokoh Islam berharap capres Joko Widodo (Jokowi) dan capres Prabowo Subianto segera bertemu untuk rekonsiliasi pasca-Pilpres...

Hamdan Zoelva: Tak Ada Negara “People Power” yang Maju

April 8, 2019

April 8, 2019

KARAWANG, KOMPAS.com – Mantan Ketua Umum Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menyebut tidak ada negara yang menjadi maju dengan mengandalkan people...

Usai Pemilu, Letupan Sengketa Diprediksi Muncul

April 9, 2019

April 9, 2019

RMOLJabar. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva memprediksi muncul sengketa usai pemilu 2019. Potensi kekisruhan bisa muncul jika KPU...

Wapres dan Pimpinan Ormas Islam Dorong Jokowi dan Prabowo Segera Bertemu

April 22, 2019

April 22, 2019

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan para tokoh dan pimpinan ormas Islam di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Menteng,...